CATATAN SI BOB #48: Sekolah Rajin Biar Jadi Botol
Sajak Godi Suwarna bercerita tentang kekerasan struktural di sekolah dengan segala disiplin besi yang merayakan kepatuhan sebagai satu-satunya capaian belajar.
Bob Anwar5 November 2026
Kumpulan tulisan dari Bob Anwar di BandungBergerak.id.
Sajak Godi Suwarna bercerita tentang kekerasan struktural di sekolah dengan segala disiplin besi yang merayakan kepatuhan sebagai satu-satunya capaian belajar.
Bob Anwar5 November 2026
Dua dekade lalu Putu Fajar Arcana menulis cerpen Pernikahan Wardani dalam Bunga Jepun. Mengingatkan kita pada realitas pahit yang dihadapi perempuan di masa kini.
Bob Anwar27 Oktober 2026
Lewat kumpulan puisi Rumah dalam Tas, Kamal Arusatu mengingatkan kita untuk berani membawa "rumah" itu dalam dada, sepanjang sunyi nasib, ke mana pun bergerak.
Bob Anwar21 Oktober 2026
Kumpulan puisi Magma karya Ratna Ayu Budhiarti mengingatkan bahwa kata-kata dan tindakan akan memiliki bobot jika lahir dari ketenangan batin yang diendapkan.
Bob Anwar13 Oktober 2026
Kumpulan haiku Acep Zamzam Noor dalam Remang Jalan ke Surau, menyodorkan bentuk yang hemat sebagai penawar atas inflasi kata-kata yang melanda kebudayaan kita.
Bob Anwar8 Oktober 2026
Tak ada yang tahu pasti di gerbang mana kejujuran sebuah puisi lebih mungkin diuji.
Bob Anwar25 September 2026
Ahmad Faisal Imron dalam buku Alis Sritimu bercerita tentang tubuh kekasih sebagai lanskap sebuah peta, disketsa ulang di setiap puisi dengan wajah berbeda-beda.
Bob Anwar15 September 2026
Yang membedakan Konser Pejalan dari sekadar "konser bertema lingkungan", bukan temanya, tetapi siapa yang dipanggilnya naik ke panggung.
Bob Anwar3 September 2026
Monolog “Trik” karya Putu Wijaya bercerita tentang orang yang mencintai negerinya dengan gelisah, yang menolak berpura-pura tak melihat apa yang keliru.
Bob Anwar20 Agustus 2026
Antologi Menyudahi Patah Hati di Akhir Pekan karya Imana Tahira merangkum keputusasaan dengan banalitas keseharian anak urban.
Bob Anwar28 Juli 2026
Ada sesuatu yang mengganjal setelah halaman terakhir buku puisi Cermin (2026) karya Abdurrahman ditutup, ganjalan itu datang dari judulnya sendiri.
Bob Anwar21 Juli 2026
Hamzah Muhammad bukan penyair pertama yang memilih bahasa jalanan. Dan dari pilihan itulah muncul kekuatan yang jarang ditemukan dalam puisi hari ini.
Bob Anwar15 Juli 2026
Buku puisi Fiu, Menyimpan Lorem Ipsum Kenyataan (2026), tidak berpura-pura jadi puisi. Ia mengungkap sesuatu yang sudah lama kita ketahui, tapi enggan diucapkan.
Bob Anwar7 Juli 2026
Cerpen Jein Oktaviany, "Apa yang Kau Lupakan Hari Ini?" memperlihatkan apa yang tidak kita miliki dan betapa mahalnya sesuatu yang sedang kita sia-siakan.
Bob Anwar30 Juni 2026
Buku puisi ketiga Willy Fahmy Agiska, Seperti Orang Mati yang Hidup, menemukan jangkar kontekstualnya. Ia mendata apa saja yang tersisa setelah dihantam rutinitas ke
Bob Anwar23 Juni 2026
Asep Ardian lewat kisah Oni Jouska si ikan remora, tak sedang menyusun sebuah kisah politis. Ia hanya sedang mengingatkan kita pada sesuatu yang purba.
Bob Anwar17 Juni 2026
Mario lolos seleksi PPPK setelah mengajar dua dekade sebagai guru honorer. Tapi, ia hanya satu item dalam daftar panjang yang bisa dicoret karena efisiensi anggaran.
Bob Anwar29 April 2026
Godot tidak datang bukan karena ia jahat, melainkan karena ia tidak pernah benar-benar berencana datang.
Bob Anwar15 April 2026
Sistem itu selalu tahu, dengan presisi yang hampir jahat, berapa harga seseorang di momen ketika ia paling kelelahan. Seperti tawaran pada Torres bekerja di SPPG.
Bob Anwar3 Maret 2026
Buku puisi Stasiun Kajigaya karya Boby Anggara menyigi metafora tentang Jepang sebagai mangkuk besar yang menerima semua orang, semua nama, semua rasa.
Bob Anwar17 Februari 2026
Kelompok musik Tanam Tuai membawa kabar dari petani Pangalengan. Memilih membuat lagu tentang kentang dan kol: tema yang tak akan viral.
Bob Anwar13 November 2025
Di Bandung, di Jakarta, di kota-kota lain, mungkin ada ribuan lulusan seni musik yang masih bertahan menggeluti dunia musik.
Bob Anwar23 Oktober 2025
Teriakan itu adalah bukti: kita belum sepenuhnya apatico. Kita masih berharap ada yang mendengar.
Bob Anwar17 Oktober 2025
Marx mungkin akan terkejut melihat surplus value di era streaming: pekerja seni yang teralienasi dari karya sendiri.
Bob Anwar30 September 2025
Ada ironi pada royalti musik. Penjaga "hak cipta" berperilaku seperti bangsawan feodal yang memagari tanah kosong, lalu menagih sewa pada petani yang menggarapnya.
Bob Anwar12 September 2025
Estetika, akustika, dan craftsmanship merangkum pergulatan puluhan tahun Endo Suanda. Bahwa seni sejati adalah persimpangan antara keindahan, ilmu, dan keterampilan.
Bob Anwar18 Agustus 2025
Bandung yang dikelilingi gunung, tapi musiknya justru terasa terkurung bukan hanya oleh geografis atau psikologis, tapi juga oleh ekonomi.
Bob Anwar5 Agustus 2025
Kita hidup di era transparansi total. Semua bisa diukur, dicatat, dibandingkan. Berapa subscriber YouTube, follower Instagram, berapa kali lagu diputar minggu ini.
Bob Anwar22 Juli 2025
Eli, di usianya yang masih tujuh belas, sudah merasakan dilema seniman sepanjang masa: antara integritas artistik dan tuntutan komersial.
Bob Anwar9 Juli 2025
Sastra bisa lahir dari mana saja, bahkan dari lapak batagor yang bau anyir dan banyak tumpahan minyak.
Bob Anwar9 Juni 2025
Lagu "Demi Pangeran Biru" menjadi mantra yang mengantar Persib juara Liga Indonesia 2024-2025. Lagu menjadi teknologi sosial yang menciptakan solidaritas.
Bob Anwar28 Mei 2025
Bagaimana menjelaskan kerinduan berbicara saat dunia enggan mendengar? Steven tak bisa, maka ia menyanyikannya.
Bob Anwar13 Mei 2025
Mereka adalah resistensi yang lirih. Bantahan halus pada industri yang terobsesi dengan angka dan popularitas.
Bob Anwar29 April 2025
Komunitas adalah absensi akan luruhnya definisi rigid, hilangnya batas mengikat, runtuhnya tuntutan keseragaman.
Bob Anwar17 April 2025
Sejarah seni penuh dengan jiwa-jiwa yang mendahului masanya, yang mati dalam kemiskinan sebelum karyanya dihargai.
Bob Anwar9 April 2025
Sejarah musik selalu menunjukkan ruang untuk resistensi. Selalu ada musisi yang menolak mengorbankan integritas artistiknya demi ketenaran sesaat.
Bob Anwar19 Maret 2025
Di era FOMO Ramadan, humanisme kita telah dikalahkan oleh perfeksionisme digital dan eksistensi kita diukur dari seberapa sempurna kita memenuhi ekspektasi pasar.
Bob Anwar6 Maret 2025
Indonesia hari ini, di mana batasan-batasan tak terucap lebih efektif daripada sensor resmi. Bukankah itu yang membuat pembungkaman hari ini begitu efektif?
Bob Anwar26 Februari 2025
Seolah ada korelasi misterius antara hasrat dan harmoni, antara utang dan nada. Barangkali inilah problematika terdalam dari skena indie kontemporer.
Bob Anwar19 Februari 2025
Ada paradoks dalam cara sebuah kota menjual dirinya sebagai surga kreativitas, sementara di balik layar, setiap ekspresi seni harus membayar upeti pada ketakutan.
Bob Anwar12 Februari 2025
Di tengah dunia yang terobsesi dengan keterlihatan, seni sedang melakukan sesuatu yang sudah lama hilang dari budaya kita yakni keberanian untuk tidak terlihat.
Bob Anwar29 Januari 2025
Mungkin inilah ironi terbesar generasi kita: di tengah konektivitas yang tak terbatas, kita justru kehilangan koneksi paling esensial.
Bob Anwar22 Januari 2025
Peter masih menulis. Tentang hutan yang tak pernah ia kunjungi. Tentang sungai yang tak pernah ia selami. Tentang penderitaan yang tak pernah ia rasakan.
Bob Anwar7 Januari 2025
Ketika kualitas diukur dari ukuran "font" di poster, ketika eksistensi bergantung pada jumlah "instastory", musik hanyalah formalitas.
Bob Anwar19 Desember 2024
Seamus teringat bagaimana dulu musik indie adalah tentang mencari suara sendiri, bukan tentang meniru suara orang lain yang sedang meniru suara orang lain lagi.
Bob Anwar11 Desember 2024
Kapitalisme telah menciptakan dikotomi palsu: sukses dengan musik karya sendiri, atau selamat dengan menghibur orang lain. Seolah tak ada ruang di antara keduanya.
Bob Anwar6 Desember 2024
Mungkin setiap generasi perlu menemukan sendiri bahwa cinta pada sastra tidak otomatis bisa membayar tagihan listrik.
Bob Anwar26 November 2024
Lagu yang bagus bukanlah yang paling lantang menyuarakan kritik atau yang paling merdu melantunkan pujian.
Bob Anwar19 November 2024