BERSAMA BUNG PRAM #1:Pramoedya Ananta Toer dan Impian yang Kandas

Penulis Deni Rachman18 Februari 2025

Pramoedya Ananta Toer pernah terobsesi dengan radio. Tapi, mimpinya itu kandas.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Kembang Kata Book Club Edisi Gema Perlawanan Pramoedya Ananta Toer

Penulis Fauzan Rafles 9 Februari 2025

Para peserta Kembang Kata Book Club membaca lalu menuliskan curahan hati kepada Pramoedya Ananta Toer yang hari ini genap 100 tahun.

CERITA GURU: Belajar Bersama Pramoedya Ananta Toer dan Ajip Rosidi

Penulis Hafidz Azhar12 Februari 2025

Kami sedang belajar bersama Pram dan Ajip. Meski jasadnya tidak hadir, suara mereka seolah terdengar dengan jelas lewat dua buku yang sedang dibicarakan.

Tarian Larasati dalam Arus Revolusi di IFI Bandung, Sebuah Adaptasi dari Novel Pramoedya Ananta Toer

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah14 November 2024

Novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer menjelma dalam bentuk tarian kontemporer. Dibawakan Kelompok Tari Tarang Karuna, penonton bebas menafsirkannya.

MEMORABILIA BUKU (12): Merayakan Pramoedya Ananta Toer di Bandung

Penulis Deni Rachman3 Oktober 2021

Perburuan buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer di Bandung menghubungkan saya dengan sesama pembaca buku Pram dan menggiring saya ke dunia tulis-menulis.

Memahami Pramoedya Ananta Toer

Penulis Aldy Istanzia Wiguna4 Maret 2025

Suara Pram lewat buku-buku yang ditulisnya adalah suara keberanian. Gagasan-gagasan beraninya akan terus sambung menyambung melewati batas ruang dan waktu.

BANDUNG HARI INI: Orasi Budaya Pramoedya Ananta Toer di Gedung Indonesia Menggugat

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah23 April 2024

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer datang ke Bandung. Ia menyinggung reformasi yang tidak melahirkan pemimpin dari kalangan orang muda.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Mendengarkan Khataman Bumi Manusia ala Zen R. S., Menggeledah Sejarah Kelam Pramoedya

Penulis Fauzan Rafles 27 Februari 2025

Bagi Zen R.S., Pramoedya Ananta Toer adalah penulis yang layak dipercaya secara literer. Merayakan seabad Pram bukan sekadar mengenang belaka.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #12: Apa Katamu tentang Indonesia Hari Ini, Pram?

Penulis Virliya Putricantika14 Maret 2025

Kalau hari ini Pram masih ada, apa yang akan dia lakukan? Kalau ia diberikan kesempatan berbicara pada orang muda, apa yang akan ia ceritakan?

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: 3.600 Detik Tarian Maemunah dan Pram di Halte Gedung Indonesia Menggugat

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah18 Februari 2025

Di tengah riuh pembacaan buku-buku Pramoedya Ananta Toer di Bandung, seniman tari Angeline Azhar dan Gatot Gunawan menyajikan tarian penantian Maemunah, istri Pram.

Pramoedya, Lekra, dan Cinta yang Paripurna

Penulis A Fadhil Aprilyandi Sultan3 Maret 2025

Karya Pramoedya Ananta Toer menunjukkan bahwa sastra tidak melulu tentang romansa dan cinta. Pram mengubah pena menjadi senjata dan menulis menjadi laku politik.

RESENSI BUKU: Pramoedya Menggugat Praktik Feodalisme dalam Novel Gadis Pantai (1)

Penulis Andika Yudhistira Pratama1 Desember 2022

Pergulatan perempuan dalam kehidupan feodalisme di Jawa. Perjalanan Gadis Pantai.

RESENSI BUKU: Pramoedya Menggugat Praktek Feodalisme dalam Novel Gadis Pantai (2)

Penulis Andika Yudhistira Pratama8 Desember 2022

Suatu hal yang perlu diingat oleh masyarakat di masa sekarang sebab feodalisme belum hilang dalam kehidupan sehari-hari.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #3: Membuang Segala yang Kolonial ke Kranjang Babi

Penulis Rangga Nur16 Februari 2025

Dan baru kusadari bahwa selama ini kepalaku terlalu kebarat-baratan.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #9: Menulis Setelah Bumi Manusia

Penulis Rizki Sanjaya4 Maret 2025

Baru sejak menamatkan Bumi Manusia-lah saya meyakini bahwa menulis merupakan jalan hidup yang harus saya jalani.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Menutup dengan Menggelinding 1

Penulis Rayhan Yuditra Fawwaz5 Maret 2025

Buku Menggelinding 1 ditulis Pramoedya Ananta Toer setelah ia keluar dari pengasingan di Pulau Buru, ketika ia masih diawasi ketat dan dilarang berbicara.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #1: Memetik Makna Eksistensial dalam “Inem”

Penulis Foggy FF12 Februari 2025

Cerpen "Inem" mengajarkan, eksistensi bukan sekadar tentang ada atau tiada, tetapi tentang bagaimana kita diberi ruang untuk menentukan jalan hidup kita sendiri.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #8: Melihat Wajah Bangsa dari Cermin Gadis Pantai

Penulis Rizky Adha Mahendra 27 Februari 2025

Aku melihat kondisi hari ini serupa roman-roman yang dituturkan Pram berpuluh-puluh tahun silam. Nuansa feodalisme masa lampau tak benar-benar hilang.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Novel tentang Perempuan-perempuan yang Melawan Zaman

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah8 Februari 2025

Toko Buku Pelagia, Bandung turut merayakan momentum seabad Pramoedya Ananta Toer. Mendiskusikan Perempuan & Pram.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #13: Tentang Keberanian untuk Menentukan Sikap

Penulis Bawana Helga Firmansyah16 Maret 2025

Membaca Pram seperti menggali diri kita yang hilang, yang tertimbun oleh rasa takut yang kita tumpuk setiap hari oleh rutinitas dan kerumunan-kerumunan digital.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #10: Bersama Perempuan-perempuan yang Membebaskan Diri dari Belenggu Ragam Penindasan

Penulis Claudia Destianira6 Maret 2025

Di hadapan berbagai ketidakmungkinan, Gadis Pantai tetap menatap mata orang-orang yang merenggut penghidupannya dengan berani.

Konferensi Asia Afrika dan Sukarno di Mata Pram

Penulis Iman Herdiana20 April 2021

Pramoedya Ananta Toer datang ke Bandung, ke Gedung Indonesia Menggugat. Salah satu topik orasinya menyinggung soal Konferensi Asia Afrika.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Klub Buku Laswi Edisi Spesial, Menulis Adalah Melawan

Penulis Rayhan Yuditra Fawwaz14 Februari 2025

Masih dalam rangka perayaan seabad Pram, Klub Buku Laswi menggelar silent reading buku-buku Pramoedya Ananta Toer di Toko Buku Bandung.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Hidup Tua Bagai Pasar Malam

Penulis Fauzan Rafles 3 Maret 2025

Terasa ada lubang di baris kursi tempat para nenek membaca karya Pramoedya Ananta Toer. Salah seorang nenek yang paling semangat telah berpulang.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #14: Mengapa Harus Kartini

Penulis Aldy Istanzia Wiguna26 Maret 2025

Kartini dan Pramoedya Ananta Toer adalah prosa perlawanan itu sendiri. Keduanya melawan dengan kertas dan pena.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Dari Pinggiran Bahasa Indonesia Lahir

Penulis Fauzan Rafles 19 Februari 2025

Penelitian Pramoedya terhadap bahasa Melayu lingua franca memberikan kontribusi penting dalam memahami sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #2: Dari Rak Buku di Rumah Nenek

Penulis Siti Nuzulia Astiti Purwanto14 Februari 2025

Novel Bumi Manusia dari rak di rumah nenek ternyata membuatku bukan hanya jatuh suka, tapi jatuh cinta. Mengubah cara pandang.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #15: Mengenal Nasionalisme Bukan Versi Penguasa

Penulis Yopi Muharam1 April 2025

Makna nasionalisme dijejalkan oleh penguasa dan para buzzernya. Nasionalisme dari Pramoedya Ananta Toer dipraktikkan rakyat kecil.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Membaca Dalam Hati di The Room 19, Pameran Patung di Blora

Penulis Abdurrauf Syaban10 Februari 2025

Festival membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer terus bergulir di Bandung. Di Blora, sosok Pram hadir dalam bentuk patung karya seniman lokal.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #5: Mereka Mengerang, Membuatku Mengarang

Penulis Yusab Alfa Ziqin21 Februari 2025

Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh datang padaku. Mereka mengerang, membuatku mengarang. Semua karena Pram.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #11: Bioskop Dulu, Baru Buku

Penulis Pasa Hobi Dermawan Supriyadi7 Maret 2025

Satu per satu buku saya bersihkan dengan teliti. Tampaklah novel Bumi Manusia terbitan Lentera Dipantara tahun 2019 yang lalu segera saya pinjam.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Gonjreng Sore Bersama Abah Omtris

Penulis Abdurrauf Syaban15 Februari 2025

Abah Omtris, musikus balada, merayakan seabad Pram di Bandung dengan musik akustik. Karya-karya Pram dekat dengan kehidupan rakyat kecil.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Membaca Praktik Busuk Korupsi Bersama AARC

Penulis Abdurrauf Syaban4 Maret 2025

Komunitas Asian African Reading Club (AARC) memilih buku Pramoedya Ananta Toer berjudul Korupsi sebagai bahan tadarus. Ada alasan tersendiri.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Bercerita Jalan Raya Pos di Panti Wreda

Penulis Salma Nur Fauziyah10 Februari 2025

Membacakan buku Jalan Raya Pos karya Pramoedya Ananta Toer kepada penghuni Panti Sosial Tresna Wredha Budi Pertiwi, Bandung ibarat oase di tengah kesepian.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #6: Jatuh Hati pada Minke, Menanam Benci pada Feodalisme

Penulis Ressy Rizki Utari24 Februari 2025

Bukan karena ia tampan seperti tokoh utama di banyak novel picisan, tapi karena ia "melawan sebaik-baiknya" seperti kata Nyai Ontosoroh.

Belajar dari Pram, Minke, dan Bangsa yang Tengah Mendewasa

Penulis Abraham Asadel Achwan7 Maret 2025

Pramoedya Ananta Toer menggambarkan benih kebangkitan nasional melalui sudut pandang seorang pemuda pribumi bernama Minke.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #4: Arus Balik ke Stasiun Kenangan

Penulis Didin Tulus16 Februari 2025

Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer bukan sekadar buku. Ia adalah saksi perjalanan tentang bagaimana sesuatu yang besar bisa dimulai dari hal-hal kecil.

PERAYAAN SEABAD PRAM DI BANDUNG: Tertolong Buku dan Lagu

Penulis Resha Allen Islamey 11 Februari 2025

Diskusi “Aku dan Buku-buku Pram” menguak pengalaman personal para pramis di Bandung. Tertolong setelah menjual buku-buku Pram untuk mengatasi masalah finansial.

AKU DAN BUKU-BUKU PRAM #7: Demi Sekolah Anak

Penulis Eddi Koben26 Februari 2025

Tapi, adakah yang mau membeli semua koleksi buku Pram milik saya seharga yang saya inginkan? Dua juta rupiah!

Pram dan Ode buat Kota

Penulis Yogi Esa Sukma Nugraha9 Maret 2025

Menilik kembali keresahan Pramoedya Ananta Toer saat menulis surat terbuka di Majalah Merdeka untuk wali kota dan masyarakat Jakarta pada pertengahan tahun 1957.

//