Jebakan Teknologi dan Individualisasi Risiko

Penulis Naufalul Ihya' Ulumuddin16 Agustus 2026

Teknologi hadir bak pahlawan kecanggihan dengan tawaran solusi kecanggihan teknologi lainnya dari masalah yang diciptakannya sendiri.

RESENSI BUKU: Belajar dari Cerita Perlawanan Pekerja Ojek Online di Tiga Kota

Penulis Muhammad Ashari16 Agustus 2026

Buku Menunggu dan Matinya Waktu Luang mengisahkan suka duka sembilan penulisnya menjadi driver ojol. Bercerita tentang pertentangan nyata antara buruh dan kapital.

RESENSI BUKU: Pekerjaan Rumah Dunia Pendidikan yang Menumpuk sejak Pagebluk

Penulis Laila Nursaliha16 Agustus 2026

Buku Harapan, Dilema, Pergulatan karya Anggi Afriansyah menjadi catatan kritis reflektif terkait kondisi pendidikan di Indonesia yang semakin mencuat sejak pagebluk.

Tamasya Trotoar Bandung: Kota yang Kehilangan Banyak Pohon

Penulis Yopi Muharam15 Agustus 2026

Hilangnya tutupan pohon berjalan beriringan dengan persoalan pedestrian Bandung. Kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak.

Diskusi tentang Demam Automasi di Rugos Space: Apakah AI Memudahkan atau Menindas Kelas Pekerja?

Penulis Retna Gemilang15 Agustus 2026

AI datang membawa janji efisiensi, tetapi bagi sebagian pekerja, teknologi ini berarti pengawasan yang lebih ketat, kontrol algoritmik, dan ketidakpastian kerja.

Ruang yang Hilang, Kota yang Mati Rasa: Dago Elos, Sukahaji, Melankolia di Kolong, dan Bagaimana Kita Merayakan Hidup

Penulis JIM 15 Agustus 2026

Ruang yang hidup adalah ruang yang menolak mengasingkan, menolak jadi melulu transaksional. Seperti yang terjadi di Dago Elos, Sukahaji, dan Melankolia di Kolong.

SUDUT LAIN BANDUNG: Di manakah Makna Kemerdekaan?

Penulis Abah Omtris15 Agustus 2026

Kemerdekaan bersemayam pada keberanian rakyat mempertahankan martabat, tanah, dan ruang hidupnya.

Kabut Gelap Gunung Masigit

Penulis Prima Mulia15 Agustus 2026

Cerita polusi udara di balik kabut batu kapur di jalan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Seru Sendiri: Mencari Posisi Praktik Artistik di antara Struktur

Penulis Abigail Marcha15 Agustus 2026

Pameran tunggal Fathan Turamone bertajuk “Seru Sendiri” menjadi ruang yang terus bertumbuh merespons lingkungan yang mengelilinginya.

RESENSI BUKU: Kedung dan Selubung di Balik Panggung

Penulis Wahyu Agil Permana15 Agustus 2026

Di antara kelakar dan permainan kata, puisi-puisi Kedung Darma Romansha menyimpan kegelisahan yang serius tentang nasib orang-orang kecil yang bertahan hidup.

Kabinet Bayangan, Penguji Tandingan Kebijakan Indonesia

Penulis Wisnu Yogi Firdaus 14 Agustus 2026

Bagaimana persepsi publik terhadap kemunculan kabinet bayangan yang digagas kelompok masyarakat sipil di Indonesia?

Mengapa Penebangan Sepuluh Pohon di Jalan Martadinata Perlu Dipersoalkan?

Penulis Fauzi Syakir 14 Agustus 2026

Penebangan pohon tua di Jalan Martadinata terjadi ketika Bandung krisis vegetasi dan ruang terbuka hijau.

Antara Sekretaris Kabinet, Wakil Presiden, dan Konstitusi Kita

Penulis Ardhes Blandhivay Leuanan14 Agustus 2026

Di dalam negara yang betul-betul menghormati konstitusinya, tidak ada seorang pun yang boleh lebih besar dari aturan yang mengaturnya.

MAHASISWA BERSUARA: Mengapa Menjadi Biasa Kini Terasa Seperti Kegagalan

Penulis Nashifa Naila Khairani14 Agustus 2026

Manusia modern semakin menggantungkan makna dirinya pada pengakuan sosial.

Nostalgia Kekaguman Naturalis Barat dan Suara yang Belum Terdengar

Penulis Rinaldi Ikhram13 Agustus 2026

Memahami alam Nusantara akan lebih utuh jika dilihat dari berbagai sisi. Sains Barat yang deskriptif dan sistematis, serta budaya lokal Indonesia yang kaya makna.

Cerita Roh Penjaga Mata Air: Cara Masyarakat Desa Wirogomo Merawat Lingkungan

Penulis Moehammad Alfarizy13 Agustus 2026

Warga Desa Wirogomo, Kabupaten Semarang, memercayai cerita roh penjaga mata air untuk melestarikan dan merawat mata air sebagai penghidupan bagi kebun-kebun mereka.

MAHASISWA BERSUARA: ‘Nugas’ di Kafe, Harga Kopi Selangit, dan Ilusi Hiperrealitas Jean Baudrillard

Penulis Angelique Leony Gabriella13 Agustus 2026

Kita terjebak dalam ilusi bahwa semakin mahal harga kopi yang kita seruput, semakin tinggi tingkat produktivitas yang kita hasilkan.

Berkali-kali Ditolak, Raehan dan Kawan-kawan Difabel Akhirnya Bekerja

Penulis Femmi Trimartsyah 13 Agustus 2026

Dari penolakan di toko hingga bekerja di San Wash dan menjadi office boy, perjuangan Raehan memperlihatkan sempitnya akses kerja bagi difabel Tuli.

Tiga Cerita Pemilahan di Bandung, Kerja Senyap Tanpa Harus Menunggu Bandung Darurat Sampah

Penulis Anisa Putri Balqis12 Agustus 2026

Praktik-praktik yang sudah lama dijalankan oleh Goni Craft, Plastavfall, dan Bank Sampah Sehati 09 sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

MAHASISWA BERSUARA: Tentang Mereka yang Tak Dapat Bersuara di Balik Jeruji Kebun Binatang

Penulis Tobias Raditya Kristupa12 Agustus 2026

Penyimpangan yang terjadi dalam lembaga konservasi berpotensi membawa konsekuensi pada kehidupan satwa yang sepenuhnya bergantung pada amanah pengelolanya.

CERITA ORANG BANDUNG #116: Muhammad Tavip dan Dunia Wayang Plastik Bekas

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 12 Agustus 2026

Di tangan Muhammad Tavip, benda-benda yang menurut orang-orang sudah menjadi sampah dihidupkan kembali menjadi karya bernama wayang tavip.

ULAS FILM: Melihat Realitas Amerika Latin lewat The Motorcycle Diaries (2004)

Penulis Raden Muhammad Wisnu Permana12 Agustus 2026

Film The Motorcycle Diaries bercerita tentang Che Guevara muda, mahasiswa kedokteran yang memilih mengembara melihat realitas kehidupan masyarakat Amerika Latin.

CERITA GURU: Di antara Panggilan Nurani dan Industri

Penulis Ilham Taufiq12 Agustus 2026

Sejauh mana logika industri boleh masuk ke ruang pendidikan tanpa menghilangkan makna pendidikan itu sendiri?

Pelestarian Hutan Keramat oleh Komunitas Lokal Melindungi Keanekaragam Hayati Perdesaan

Penulis Johan Iskandar11 Agustus 2026

Tradisi konservasi alam oleh penduduk lokal masih bisa diandalkan untuk melestarikan hutan dan sumber daya hayatinya di berbagai kawasan perdesaan.

Malam Bandung Makin Sepi sejak Marak Begal, Para Pedagang Kuliner Tetap Bertahan

Penulis Adinda Putri S11 Agustus 2026

Marak pembegalan membuat sebagian pedagang kuliner malam di Saparua, Japati, dan Lengkong Kecil mengalami penurunan omzet dan mempersingkat waktu berjualan.

MAHASISWA BERSUARA: Ketika Portofolio Menjadi Ukuran Keberhasilan Mahasiswa

Penulis Shafa Khoirunnisa Fajri11 Agustus 2026

Masihkah kampus menjadi ruang untuk membentuk manusia ketika hampir setiap pengalaman dinilai berdasarkan manfaatnya bagi karier?

MAHASISWA BERSUARA: Ambisi Modernisasi BRT Bandung Raya di Tengah Transisi yang Belum Tuntas

Penulis Filipus Benedictus Sianturi11 Agustus 2026

Keberhasilan pembangunan proyek BRT Bandung Raya bergantung pada tata kelola yang terbuka, partisipasi publik, dan perlindungan masyarakat terdampak.

Senandung Dialita di HUT AJI: Ketika Pers Melawan Swasensor dan Sikap Antikritik

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah10 Agustus 2026

Dari Dandhy Dwi Laksono dan Tim Produksi Film Dokumenter Pesta Babi hingga Andrie Yunus meraih penghargaan dari AJI.

Penggembokan SDN 026 Bojongloa Kidul Bukan Kasus Tunggal Sengketa Lahan Sekolah di Bandung, Hak Belajar Siswa Dikorbankan

Penulis Muhammad Akmal Firmansyah10 Agustus 2026

Karena terjadi di fasilitas publik seperti sekolah, pemenuhan hak dasar masyarakat, terutama akses pendidikan, terancam.

MAHASISWA BERSUARA: Di Balik Label ‘Bandung Lagi Red Zone’

Penulis Athaya Dhiwa Hendraningrat10 Agustus 2026

Pembahasan mengenai kriminalitas tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan siapa pelakunya dan hukuman apa yang pantas diberikan.

Komikus Baru Bermunculan di Pesta Komik Bandung, Seniman Lokal Belum Kehabisan Gambar

Penulis Fitri Amanda 10 Agustus 2026

Dari Bandung hingga Yogyakarta, Pesta Komik 2026 mempertemukan karya-karya orisinal dan generasi baru yang ingin terus menggambar.

Adik dan 'yang Asing': Sebuah Respons terhadap Lagu Bob Anwar ‘Kepada Adik’

Penulis Boby Anggara10 Agustus 2026

Banyak lagu bercerita tentang ayah, ibu, atau anak. Namun, lagu untuk adik? Saya jarang menemukannya. Apa yang membuat adik tidak menarik untuk dibuatkan lagu?

Hikayat Harimau dan Pemburunya

Penulis Frans Ari Prasetyo10 Agustus 2026

Kisah Datuk Mawi menjadi garda pelindung raja hutan yang sudah hampir punah. Jika dulu merangkai jerat mematikan, kini ia mematikan jerat yang kadung terangkai.

Napak Tilas Che Guevara Melalui Diskusi dan Pemutaran Film The Motorcycle Diaries di Perpustakaan Bunga di Tembok

Penulis Adinda Putri S10 Agustus 2026

Melalui The Motorcycle Diaries kita diajak melihat titik balik Ernesto Che Guevara sebelum memutuskan menjadi pemimpin gerakan pemimpin revolusioner Kuba.

RESENSI BUKU: Menekuni Catatan Selvi Agnesia, Meneladani Pengalaman Seniman dan Budayawan

Penulis R Abdul Azis 9 Agustus 2026

Kumpulan reportase dalam buku Berkesenian di Tengah Segala Cuaca karya Selvi Agnesia lebih dari sekadar pendokumentasian semata. Memberikan catatan pada zaman.

Ajip Rosidi, Bersemayam dalam Pertemuan Kembali Di Tengah Keluarga*

Penulis Sandewa Jopanda 8 Agustus 2026

Kang Ajip bukan hanya memotivasi orang Sunda. Ia juga hendak menyeret kebudayaan lain untuk turut serta membangun kebudayaan nasional.

IRONI CIMAHI: Terancam Penurunan Muka Tanah, Tersandera Krisis Air Bersih

Penulis Tim Redaksi8 Agustus 2026

Pada 2025, ada 41.952 keluarga di Kota Cimahi yang tidak mendapatkan akses air bersih.

Art & The Resilient Commons di Toko Marantika: Seni yang Masuk ke Tengah Kerumunan

Penulis Femmi Trimartsyah 8 Agustus 2026

Di Art & The Resilient Commons, karya Angga Wedhaswara dan Agung Eko Sutrisno bertemu dengan gagasan Ferial Afiff tentang dialog, ketidakpastian, dan ruang bersama.

PHK Meluas, Benarkah Lapangan Kerja di Jawa Barat Masih Banyak?

Penulis Yopi Muharam8 Agustus 2026

Kabar PHK terbaru datang dari buruh di Cimahi. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut lapangan kerja di Jawa Barat masih banyak.

SUDUT LAIN BANDUNG: ManjingManjang, Ketika Perjumpaan Musisi Balada Menjadi Gerakan

Penulis Abah Omtris8 Agustus 2026

ManjingManjang lahir dari kegelisahan. Di tengah berbagai slogan tentang kreativitas dan kemajuan, musik balada masih terus memperjuangkan haknya untuk didengar.

Gerakan Koalisi Keberlanjutan Media Dideklarasikan, Menjawab Tingginya Tekanan terhadap Pers

Penulis Adinda Putri S7 Agustus 2026

Deklarasi KKM menjadi titik awal kolaborasi nasional untuk memperkuat keberlanjutan media dan menjaga independensi pers.

Surat Terbuka untuk Mahasiswa, Perempuan, dan Seluruh Elemen Masyarakat yang Hari ini Menjadi Suara Rakyat

Penulis Endang Susanti (Mamak Bersuara)7 Agustus 2026

Semoga suara rakyat tidak pernah dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat bahwa demokrasi hanya akan hidup selama rakyatnya tetap berani peduli.

MAHASISWA BERSUARA: Apa yang Diajarkan Leviathan dari Serial Teach You A Lesson untuk Pendidikan Indonesia?

Penulis Debora Anjuliana Sibagariang7 Agustus 2026

Serial drama Korea Teach You a Lesson menawarkan pembentukan lembaga khusus untuk menyelesaikan kasus yang tak mampu diselesaikan lewat mekanisme internal sekolah.

Hajatan di Grimloc: Nongkrong, Kenalan, dan Merayakan Musik

Penulis Insan Radhiyan Nurrahim, 7 Agustus 2026

Di acara Record Store Day Grimloc, rilisan fisik menjadi alasan untuk berkumpul. Di balik kaset dan vinyl, tumbuh ruang percakapan, solidaritas, dan sikap politik.

SISI SELATAN BANDUNG: Ciwidey dalam Buku Cerita Anak Lawas

Penulis Rian Ibayana7 Agustus 2026

Perjalanan dari Dewata ke Selaawi harus ditempuh dengan berjalan kaki selama enam jam. Menyusuri hutan dan perkebunan.

Negara Hukum dan Senjata Kekuasaan

Penulis Ardhes Blandhivay Leuanan7 Agustus 2026

Jika hukum terus dibiarkan menjadi senjata bagi tirani, maka kita sedang menuju kegelapan peradaban di mana kekuatan fisik dan politik menjadi ukuran kebenaran.

No Viral No Justice: Antara Logika Keramaian dan Keadilan yang Sehat

Penulis Taufik Hidayat6 Agustus 2026

Keadilan yang sehat justru terlihat ketika ia tetap bekerja dalam kesunyian, ketika tidak ada kamera, tagar, dan ancaman reputasi yang sedang menekan lembaga.

SERI CIVIC-TASTIC HUBUNGAN ANTARIMAN: Merawat Ruang Dialog Bersama Penghayat Kepercayaan

Penulis Daffa Fadillah6 Agustus 2026

Diskusi di Bale Pasewakan Waruga Jati mengangkat pengalaman penghayat kepercayaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

PAGUNEMAN LINTAS IMAN: Mengapa Orang Muda Memilih Diam Saat Menghadapi Trauma

Penulis Femmi Trimartsyah 6 Agustus 2026

Trauma religius tidak selalu meninggalkan luka yang tampak. Di balik relasi kuasa dalam komunitas keagamaan, banyak orang muda menyimpan pengalamannya sendiri.

PAYUNG HITAM #79: Mengingat Kembali Sebuah Tulisan tentang Kesetaraan, Patriarki, dan Beban Menjadi Laki-laki

Penulis Chan6 Agustus 2026

Patriarki sering dipahami semata-mata sebagai sistem yang menempatkan laki-laki di atas perempuan. Pemahaman itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga belum lengkap.

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Kopi Wanoja Kamojang

Fotografer Prima Mulia9 Agustus 2026

Di bawah tegakan pinus Kamojang, jemari perempuan memetik, menjemur, menyortir, dan menyangrai kopi—mengubah biji-biji merah menjadi jalan panjang menuju kemandirian

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Tumpeng Cikondang Menjaga Zaman

Fotografer Prima Mulia1 Agustus 2026

Di Kampung Adat Cikondang, Wuku Taun bukan sekadar perayaan syukur. Tradisi diwariskan sejak 1702. Setiap butir nasi menjadi penanda hubungan manusia dengan alam.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Dago Elos Masih di Jalan

Fotografer Virliya Putricantika14 Juli 2026

Warga Dago Elos menunggu putusan yang adil untuk Peninjauan Kembali (PK) kedua yang mereka ajukan. Merebut kampung halaman sendiri dari ancaman penggusuran.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Merah Tomat, Merah Protes Petani

Fotografer Prima Mulia4 Juli 2026

Tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Lembang mengubah hasil panen yang tak layak jual menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpastian harga komoditas pertanian.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

Menyibak Wajah Lama Cicadas

Fotografer Prima Mulia27 Juni 2026

Bangunan-bangunan yang lama tersembunyi kini kembali terlihat, membangkitkan kenangan tentang pusat belanja dan hiburan yang pernah menjadi denyut malam di Cicadas.

VIDEO: Ira Marlina dan Empat Anaknya

Penulis Emi La Palau2 Juni 2021

Ira Marlina (46), menjadi orangtua tunggal bagi empat anak, bertahan hidup dengan berjualan mainan anak di kawasan Alun-alun Bandung.

MATA BANDUNG: Membandingkan Trotoar Jalan Dago dan Jalan Ciumbuleuit

Penulis Tim Redaksi25 Maret 2023

Trotoar Jalan Dago sangat nyaman dan bahkan terkesan mewah. Namun, trotoar Jalan Ciumbuleuit sangat membahayakan warga. Kami menjajal keduanya.

Video: Bertahan Hidup di bawah Teras Cihampelas

Penulis Emi La Palau1 Juni 2021

Hani Hadiyanti (42), salah satu pedagang kaki lima (PKL) yang tidak kebagian kios untuk berjualan di Teras Cihampelas. Pagebluk memberinya ujian berat.

VIDEO: Mempertanyakan Anggaran Masjid Al Jabbar

Penulis Tri Joko Her Riadi12 Februari 2023

Pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, yang menelan dana APBD lebih dari 1 triliun rupiah, memicu keriuhan. Publik harus ikut mengawal transparansinya.

image
//